Home Aswaja Akidah Sahabat Nabi Sebagai Komunitas Terbaik

Sahabat Nabi Sebagai Komunitas Terbaik

0
0

Sahabat Nabi Sebagai Komunitas Terbaik

Salah satu doktrin Ahlusunah wal Jamaah adalah mencintai dan menghormati sahabat Nabi  ﷺ. Sahabat Nabi adalah Muslim yang pernah bertemu langsung dengan Beliau dan wafat tetap dalam keadaan memeluk agama Islam. Mereka semua adalah murid Rasulullah  ﷺ, sehingga mereka pun menjadi orang terbaik. Guru yang hebat akan melahirkan murid yang hebat pula.

Bukti bahwa sahabat Nabi adalah komunitas terbaik banyak sekali direkam dalam al-Quran. Allah berfirman, “Kalian adalah umat terbaik yang dikeluarkan kepada manusia” (QS.Ali Imran: 110). Yang dimaksud ‘kalian’ dalam ayat ini adalah sahabat Nabi. Mereka komunitas yang menjadi objek saat ayat ini diturunkan.

Terpilihnya sahabat Nabi menjadi orang-orang terbaik sangat logis sekali. Mereka adalah komunitas yang langsung mempelajari Islam dari sumber aslinya, yaitu Nabi. Tentu mereka memiliki pemahaman yang jauh lebih banyak daripada generasi setelahnya. Orang yang lebih memahami Islam tentu akan menjadi lebih baik daripada yang tidak terlalu memahaminya.

Selain itu, mereka juga hampir setiap hari melihat akhlak mulia Rasulullah. Hal ini mendorong mereka untuk meniru prilaku beliau, sebab kebaikan yang dilihat secara berulang-ulang tentu akan menimbulkan rasa senang. Dari rasa senang inilah kemudian mereka senantiasa meniru kebaikan Nabi. Disamping itu, mereka juga setiap hari mendapat perhatian Rasulullah untuk berprilaku baik, sehingga bagi para sahabat kebaikan merupakan sebuah kebiasaan yang sulit ditinggalkan.

Selanjutnya, karena mereka adalah komunitas terbaik maka Rasulullah menjamin hidayah bagi orang-orang yang mengikuti jejak mereka. Rasulullah bersabda, “Sahabat-sahabatku seperti bintang. Di mana pun kalian mengikutinya, kalian akan mendapat hidayah”. (HR. Baihaqi)

Dalam hadis di atas Rasulullah menganjurkan umat Islam untuk senantiasa meneladani sahabat Nabi. Mereka menempati posisi keteladanan nomor dua setelah Rasulullah. Artinya, Muslim yang ingin benar-benar memeluk agama Islam yang murni maka harus meneladani Nabi dan para sahabat-sahabatnya. Jika sahabat Nabi bukan komunitas terbaik tentu Rasulullah tidak akan menyuruh umat Islam untuk menjadikan mereka sebagai public figure.

Selain argumen di atas sebenarnya masih banyak sekali dalil-dalil yang menunjukkan bahwa mereka adalah umat terbaik. Akan tetapi masih ada saja aliran yang sering melecehkan bahkan mengkafirkan mereka.

Sikap ekstrem melecehkan dan mengafirkan ini tentu saja melukai hati pengikut Ahlusunah wal Jamaah. Bagi Ahlusunah wal Jamaah sahabat Nabi harus dihormati dan dimuliakan. Mereka adalah Muslim setia yang selalu menyertai Nabi menyebarkan dakwah Islam, baik suka mau pun duka; mereka juga berulang kali mengikuti misi militer peperangan dan penaklukan; mereka rela mengorbankan harta dan jiwanya untuk kebaikan Islam wal Muslimin.

Selain itu, sakit hati Ahlusunah wal Jamaah juga timbul akibat sikap lancang melaknat dan mengafirkan orang yang telah dipuji oleh Allah. Allah berfirman, “Orang-orang yang pertama (masuk Islam) dari (sahabat) Muhajirin dan (sahabat) Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka ridha kepada Allah dan Allah menyediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar” (QS. At-Taubah: 100).

Lalu, jika para sahabat dianggap kafir, mungkinkah mereka mendapat ridha Allah dan kelak akan menjadi penghuni surga?

Abdoellah Tsani/Annajah.co

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *