Home Aswaja Daging Kurban Dimakan Sendiri

Daging Kurban Dimakan Sendiri

0
0

daging kurban dimakan surabaya

Deskripsi Masalah

Sudah merupakan kebiasaan jika seseorang nazar untuk berkurban dia menyerahkan hewan kurbannya kepada tokoh agama. Biasanya tokoh itu menerima hewan kurban dan kemudian seolah-olah dialah pemiliknya. Terbukti dalam praktiknya, dia sendiri yang menyembelih dan membagi daging tersebut. Di samping itu, dia juga mengambil bagian lebih banyak dari yang lain, bahkan sampai-sampai kulitnya ia jual (walaupun dia tergolong orang yang kaya).

 

Pertanyaan

Apakah status tokoh tersebut?

Sebenarnya siapa yang berhak membagikan daging itu, mengingat daging itu sudah hilang dari kepemilikan orang yang berkurban?

Bolehkah tokoh tersebut atau yang lain mengambil sendiri atau menjual kulit hewan tersebut?

Jawaban

Sebagai wakil dengan menggunakan akad wakâlah mu‟âthâh (akad wakalah tanpa menyebutkan sighat) dalam mazhab Hanbali.

Pada dasarnya yang berhak membagikan adalah mudhahhî (orang yang berkurban), akan tetapi mudhahhî boleh mewakilkan kepada orang lain.Tidak boleh, kecuali ada ketentuan dari orang yang mewakilkan dan dia (wakil) termasuk orang fakir.

Rujukan

المهذب – (ج 2/ ص 162) 

 فصل : ولا يملك الوكيل من التصرف إلا ما يقتضيه إذن الموكل من جهة النطق أو من جهة العرف لأن تصرفه بالإذن فلا يملك إلا ما يقتضيه الإذن والإذن يعرف بالنطق وبالعرف فإن تناول الإذن تصرفين وفي أحدهما إضرار بالموكل لم يجز ما فيه إضرار لقوله ( ص ) [ لا ضرر ولا إضرار ] فإن تناول تصرفين وفي أحدهما نظر للموكل لزمه مافيه نظر للموكل لما روى ثوبان مولى رسول الله ( ص ) قال : قال رسول الله ( ص ) [ رأس الدين النصيحة قلنا يارسول الله لمن ؟ قال : لله ورسوله ولكتابه ولأئمة المسلمين وللمسلمين عامة ] وليس من النصح أن يترك ما فيه الحظ والنظر للموكل.

حاشية الشرقاوي – (ج 2/ ص 108)

(قوله تفرقة الزكاة) با النصب عطفا على نسكا ولا يجوز للوكيل الاخذ منها لاتحاد القابض والمقبض نعم ان عين له قدرا جاز لان القبض حينئذ هو المالك.

tags:

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *